Seminar Nasional Pendidikan Islam CONSIST 2016

Seminar Pengembangan Keilmuan
Conference on Social and Islamic Studies (CONSIST) 2016

Penyelenggara:
Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Waktu:
Rabu, 21 September 2016

Pukul:
09.00-selesai

Tempat:
Gedung Baru Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pemateri:
1. Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, MA., CBE (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
2. Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA. (Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI)
3. Dr. Enjang Nafandi, M.Si (BKBPPwilayah 3 Jawa Barat)

Aku Memujamu Lebih dari Kekasihku

Aku merindumu disetiap hariku
Aku memujamu lebih dari kekasihku
Aku membutuhkanmu melebihi apapun
Aku selalu mengingatmu kala kau tiada

Kau hadir hanya sekejap mata
Kau datang dengan sejuta nilai berharga
Kau kembali dengan warna yang berbeda
Kau pulang tanpa ku tahu kapan kau kembali

Keringatku tukar dengan nilaimu
Kerja kerasku hanya menghasilkanmu
Waktuku ditukar denganmu
Kesehatanku dipertaruhkan demi kamu

Kau menjerat
Kau mengikat
Kau mengancam
Kau segalanya

Kau menjadi pilihan diantara keluarga
Kau menjadi awal pertengkaran yang nyata
Kau membahagiakan
Tapi kadang kau merusak keharmonisan

Si Bocah Bermuka Pucat Pasi

Hari ini adalah hari pertama ulangan tengah semester. Semua siswa berdoa sebelum mengerjakan soal-soal diluar kemampuan mereka. Entah doa mereka dikabul atau tidak. Hal yang pasti bahwa mereka hanya diuji untuk menulis, bukan untuk mengerjakan soal. Pelajaran pertama adalah agama. Siswa ada yang bisa nulis dan ada yang masih meraba-raba bagaimana bentuk huruf yang dieja oleh gurunya.

Sesekali guru melirik ke lembar soal sambil memperhatikan tulisan mereka. Ada tulisan yang sewajarnya saja., kecil seperti ukuran huruf pada soal. Ada pula ukuran huruf yang berukuran jumbo. Maklum lah namanya juga siswa kelas satu.

Terlihat dipojok kelas seorang siswa lelaki yang berkeringat. Saya perhatikan hidung dan dahinya berair. Bibirnya ditekuk ke bawah. Kepalanya ia sandarkan ke meja bertumpang tangan kiri. Menulis pun semaunya. Sesekali ibunya memberikan arahan dari luar jendela. Mungkin maksudnya supaya anaknya mau menulis dan mengikuti apa yang diejakan oleh gurunya.

"Tulis! Diem aja. Jewer aja bu kalo gak mau nulis." Begitu umpatan ibu kepada anaknya yang enggan menulis dengan mata melotot dan tangan menunjuk. Hampir saja macan menerkam anaknya. Tapi untung terhalang dinding ruangan.

1 orang tak cukup untuk membimbing siswa kelas 1. Saya pun ikut membantu. Dengan rasa iba saya dekati anak itu dan memberikan arahan agar mau menulis. Dari awal memang sudah menulis tapi dengan ukuran huruf yang luar biasa jumbo. Saya pum bingung harus bagaimana membenahi lukisan huruf itu. Bentuknya seperti rangkaian huruf kanji.

Diakhir jawaban yang harus ia tulis. Tubuhnya mulai melunglai seperti kehilangan energi. Keringatnya bertambah deras keluar dari hidung dan dahinya. Ibunya masih enggan menormalkan matanya. Ia terus melotot dengan raut muka sinis. "Lama-lama guaakan juga nih anak" mungkin begitu ucap dalam hatinya.

Tapi ada yang membuat dia kembali semangat dan bugar. Setelah bu guru mengucap "udah, kumpulkan kertasnya". Tekanan begitu dahsyat dari soal-soal yang diluar batas kemampuan siswa. Anak seumurnya belum bisa untuk mengerjakan soal seperti itu. Meski pun guru membantu mencari jawabannya. Ulangan yang paling baik untuk anak kelas 1 adalah menulis, menulis dan menulis. Tanpa harus diuji dengan soal-soal yang membuat mereka merasa horor seolah berjalan di tengah malam melewati kuburan.

Konsep Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Abduh

TotoSiMandja.Com - Konsep Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Abduh

Muhammad Abduh














A.    Historisitas Muhammad Abduh
Muhammad Abduh dilahirkan tahun 1849 (1266 H) di salah satu desa di Delta Mesir bagian hilir. Ayahnya adalah seorang petani keturunan Turki yang telah lama menetap di Mesir, dan ibunya keturunan Arab yang memiliki hubungan darah dengan suku Arab asal keturunan kholifah Umar ibn Khottob. Muhammad Abduh sejak kecil sudah diketahui sebagai anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.
 Di usia kanak-kanak ia telah mampu menghafal Al-Quran dalam waktu hanya 2 tahun. Selanjutnya ia dikirim ke masjid al-Ahmady selama dua tahun untuk mempelajari Bahasa Arab, Nahwu dan berbagai pengetahuan kebahasaan. Dan ternyata metode taqlidiyat (verbalisme) yang digunakan ketika itu tidak memuaskan keinginan Muhammad Abduh, hingga ia meninggal kan perguruan tersebut.

Menyadari akan potensi yang dimiliki oleh Muhammad Abduh dan perilaku yang demikian, maka pamannya Syeh Darwis berusaha membimbingnya dan atas saran serta ketekunan Syekh Darwis, akhirnya Muhammad Abduh bersedia melanjutkan pelajarannya ke kota Thanta tahun 1865. Kemudian dia melanjutkan pelajarannya di al-Azhar, dan Jurnal Ilmu menamatkan pelajarannya pada tahun 1877.
Di sinilah dia memperoleh pengalaman yang paling berkesan dari gurunya Syeh Hasan al-Thawil dan Syekh Muhammad al-Basyuni, masing-masing sebagai guru mantiq dan Balaghah. Selain itu, Muhammad Abduh sempat pula berkenalan dan sekaligus menjadi murid Jamal al-Din al-Afghani. Dari tokoh ini, ia mempelajari berbagai macam ilmu. Dengan demikian, kemampuan intelektual Muhammad Abduh kian tampak.

B.     . Pemikiran Pendidikan Muhammad Abduh
Sebagai seorang pemikir muslim yang terkenal dalam memajukan dunia Islam, Muhammad Abduh dalam pemikirannya dilatar belakangi oleh faktor situasi sosial keagamaan dan situasi pendidikan yang ada pada saat itu, terutama pengalaman pendidikan yang dialaminya. Situasi sosial keagamaan yang dimaksud dalam hal ini adalah sikap yang umumnya diambil oleh umat Islam di Mesir dalam memahami ajaran-ajaran agama dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sikap tersebut tidak jauh berbeda dari apa yang dialami umat Islam di bagian dunia Islam lainnya. 

Pemikiran yang statis, taklid, bid’ah dan khurafat yang menjadi ciri dunia Islam saat itu, juga berkembang di Mesir. Muhammad Abduh memandang pemikiran yang jumud itu telah merambat dalam berbagai bidang, bahasa, syari’ah, akidah, dan sistem masyarakat. Keadaan lainnya yang memunculkan pemikiran pendidikan Muhammad Abduh adalah sistem pendidikan yang ada pada saat itu. Pada abad ke-19 Muhammad Abduh mengawali pembaharuan pendidikan di Mesir. Baginya pendidikan itu penting sekali, karena menurut ajaran Islam bahwa mempelajari ilmu pengetahuan itu hukumnya wajib. 

Dalam hal ini Muhammad Abduh berusaha mencari alternatif pemecahan atas pemberhentian dan kebekuan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di madrasah Mesir, baik dalam hal penetapan mata pelajaran maupun pemilihan metode. Muhammad Abduh berusaha membenahi kegiatan belajar mengajar dengan cara kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya, yakni Islam mendorong untuk mengembangkan potensi intelektual, khususnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Muhammad Abduh berusaha untuk merombak sistem pendidikan yang ada saat itu, dimana terjadi dualisme sistem kependidikan, yaitu model pendidikan yang dilaksanakan di sekolah-sekolah modern, baik yang dibangun oleh pemerintah Mesir maupun sekolah yang dibangun oleh bangsa asing, dan model sekolah agama yang bersifat doktrinal dan tradisional. 

Kedua model sekolah tersebut tidak mempunyai hubungan antara yang satu dengan yang lainnya, masing-masing berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan pendidikannya. Sekolah-sekolah agama berjalan di atas garis tradisional, baik dalam kurikulum, maupun metode pengajaran yang diterapkan. Pengajaran fikih misalnya, terbatas pada masalah ibadah dan hukum-hukumnya yang diberikan tanpa pengertian dan pemahaman terhadap apa yang diterima. 

Pada sekolah-sekolah agama juga tidak diberikan mata pelajaran ilmu-ilmu modern yang berasal dari barat. Dengan demikian pendidikan agama pada saat itu kurang memperhatikan perkembangan aspek intelektual yang sebenarnya harus mendapat perhatian besar sesuai dengan ajaran Islam. Dari hal tersebutlah pemikiran yang statis tetap mendominasi corak pemikiran guru dan murid pada saat itu, bukan hanya pada tingkat awal dan menengah, tetapi juga dalam kalangan al-Azhar sendiri.

Sebaliknya, pada sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah, kurikulum yang diberikan adalah ilmu pengetahuan Barat sepenuhnya, tanpa memasukkan ilmu pengetahuan agama. Keadaan seperti itu, menurut Muhammad Abduh, juga terjadi di sekolah-sekolah militer, para murid pada umumnya tumbuh dengan bekal ilmu pengetahuan yang memenuhi otak dan pemikiran, tanpa pengetahuan yang mendalam sehingga dapat membentuk sikap dan kepribadiannya agar lebih setia terhadap tugas yang dibebankan negara, memelihara kedisiplinan, serta lebih taat kepada Allah. 

Dualisme pendidikan yang demikian juga melahirkan dua kelas sosial dengan spirit yang berbeda. Model sekolah yang pertama memproduksi para ulama serta tokoh masyarakat yang enggan menerima perubahan dan cenderung untuk mempertahankan tradisi, sedangkan model sekolah yang kedua melahirkan kelas elit generasi muda yang sering menggunakan slogan (kebebasan, nasionalisme dan etnisitas). Mereka meniru pola dan gaya hidup ala Barat yang akhirnya terjerumus kepada sikap konsumerisme dan pemborosan.

Melihat kenyataan yang demikian, Muhammad Abduh berusaha untuk merekonstruksi pola pikir yang pertama karena tidak dapat dipertahankan lagi. Apabila pemikiran tersebut dipertahankan, maka akan menyebabkan umat Islam tertinggal jauh, terdesak oleh arus kehidupan dan pemikiran modern. Sedangkan pada pola pemikiran kedua, ia melihat bahaya yang mengancam sendi-sendi agama dan moral yang akan tergoyah oleh pemikiran modern yang mereka serap karena menafikan aspek relegiutas. 

Dari berbagai problematika yang dihadapi oleh umat Islam saat itu, maka Muhammad Abduh melahirkan pemikiran pendidikan, yang dibagi ke dalam dua hal, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal yang tujuan esensinya adalah menghapuskan dualisme pendidikan yang tampak, yakni pendidikan modern dan pendidikan agama. Oleh karena itu, ia bertolak dari tujuan pendidikan yang dirumuskan sebagai berikut: Tujuan pendidikan adalah mendidik akal dan jiwa dan menyampaikannya kepada batas­batas kemungkinan seseorang mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Rumusan tujuan pendidikan tersebut dapat dipahami, bahwa tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh Muhammad Abduh adalah tujuan dalam pengertian yang luas, mencakup aspek akal (kognitif) dan aspek spiritual (afektif). Dengan tujuan demikian pula ia mengingin  kan terbentuknya pribadi yang mempunyai struktur jiwa yang seimbang, yang tidak hanya menekankan perkembangan akal, tetapi juga perkembangan spiritual. Tujuan pendidikan Muhammad Abduh yang demikian itu jelas berbeda dengan tujuan pendidikan yang berlaku saat itu, yakni mementingkan perkembangan salah satu aspek dan mengabaikan aspek lainnya.

Sesuai dengan tujuan pendidikan yang dicetuskan oleh Muhammad Abduh, menurutnya pendidikan harus diikuti oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Perempuan haruslah mendapat hak-hak yang sama dalam bidang pendidikan dengan kaum lelaki, karena dalam agama tidak ada pembedaan gender dalam mendapatkan pendidikan semasa hidupnya.

Sedangkan untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana tersebut di atas, Muhammad Abduh mengenalkan metode baru dalam pendidikan dan pengajaran. Ia tidak setuju dengan metode hafalan (verbalistik) tanpa adanya pengertian, dan terlebih dapat merusak daya nalar peserta didik, sebagaimana yang dipraktekkan di sekolah-sekolah pada umumnya, terutama pada sekolah agama. Muhammad Abduh lebih memilih menerapkan metode diskusi untuk memberikan pengertian yang mendalam kepada murid agar dapat mengasah otak dan menemukan solusi yang cerdas dalam setiap permasalahan yang dihadapi.

Pustaka:
Luk-Luk Nur Mufidah. 2013. Konsep Pendidikan Islam Perspektif Muhammad Abduh. Tulungagung: Jurnal Ilmu Tarbiyah At-Tajdid.

 

Download Format Pembuatan Makalah

TotoSiMandja.Com - Download Format Pembuatan Makalah

















Kurang lebih begini format pembuatan makalah, kalo jelek jangan dibully cin...


Download

Tutorial dan Download Format Label Undangan

TotoSiMandja.Com - Tutorial dan Download Format Label Undangan



















Download Format Label Undangan di Sini.

Ketidakbaikan yang tidak unik

Orang boleh tahu siapa aku, tapi jangan sampai orang tahu sisi lain dari diriku.

Aku berbeda seperti kebanyakan orang, dipandang satu sisi pun orang lain pasti akan memberikan penilaian yang berbeda.

Inilah keunikan yang tersirat dan aku pun baru menyadari itu. Sedih kadang lupa meluapkan caranya. Senang pun kadang lupa tersenyum. Aku tak mau orang lain memandang baik. Sedang aku tak sedikitpun memperbaiki.

Kebaikan-kebaikan yang dipandang orang lain, belum tentu orang baik yang melakukannya. Karena orang baik-baik pun belum tentu dipandang baik oleh orang yang sangat baik.

18 Nilai-nilai Pendidikan Karakter Bangsa

TotoSiMandja.Com - 18 Nilai-nilai yang terkandung dalam Pendidikan Karakter Bangsa



No
Nilai Karakter
Uraian
1.
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Religius adalah proses mengikat kembali atau bisa dikatakan dengan tradisi, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
2.
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapatdipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
3.
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4.
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5.
Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6.
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkann cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7.
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.
Demokratis
Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9.
Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar.
10.
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11.
Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bersikap dab berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12.
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.
Bersahabat / Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14.
Cinta Damai
Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), Negara.
15.
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebijakan bagi dirinya.
16.
Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17.
Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin member bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.
Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap dirinya maupun orang lain dan lingkungan sekitarnya.


Cek Biaya dan Brosur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

TotoSiMandja.Com - Cek Biaya dan Brosur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta



















Informasi untuk mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah ke jenjang Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terdapat dua jenis Pasca,
Pertama: Program Pascasarjana (PPs), ialah jenjang S-2 yang sejajar dengan fakultas secara administrasi. Perkuliahannya di gedung S-1 (kalo gak salah)
Kedua: Sekolah Pascasarjana (SPs) jenjang S-2, S-3 yang lebih dalam bidang penelitian. Kalo di sini biaya masuk (dulu pernah cek) sekitar Rp. 6.800.000,- dan SPP Rp. 4.000.000,-



















Lebih rincinya download aja brosurnya.

Brosur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beda Penyampaian Aspirasi Kaum Intelek dan Kaum Tembelek

TotoSiMandja.Com - Beda Penyampaian Aspirasi Kaum Intelek dan Kaum Tembelek



Cara orang menyampaikan aspirasi berbeda-beda.
ada yang nampak terbelalak matanya melotot memerah
ada yang bakar-bakar pasilitas umum
ada yang blokir jalan
ada yang berdemo
ada juga yang menyampaikan dengan cara-cara elegan dan senyap tapi tepat sasaran.


Saya kira Maha Siswa sebagai agen perubahan (katanya), harus menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dengan tidak ikut arus penyampaian aspirasi yang anarkis dan mengganggu fasilitas umum.

Jika seandainya aspirasi diterima pun belum tentu dieksekusi oleh pemimpin. Karena pemimpin tahu persis apa yang menjadi tanggung jawab dan solusi, dengan berbagai pertimbangan, tanpa harus keberatan dari berbagai kelompok. Menguntungkan itu tidak mesti harus ada yang dirugikan.

Istilah anak tongkrongan zaman sekarang, mungkin 'ngopi bareng' bisa menyelesaikan masalah tanpa harus menguras tenaga. Karena pada dasarnya orang-orang yang menyampaikan aspirasi dengan cara anarkis adalah mereka yang biasanya nongkrong bareng di warung kopi dan berdiskusi dengan bahasa-bahasa persahabatan 'kiris', 'asu', 'kunyuk', 'jancok', dan sejenisnya.

Akan selalu ada propokator disetiap aksi dan pasti mempunyai kepentingan pribadi dengan menunggangi kepentingan kelompok, hingga hasratnya tercapai meski harus mengorbankan orang lain yang dianggapnya tidak penting.

Jangan pernah mengaku kaum intelek jika hanya bisa menyampaikan aspirasi dengan cara-cara konyol, lalu apa bedanya kalian 'kaum intelek' dengan 'kaum tembelek'?

Public Lecture Islam Nusantara dalam Perspektif Poskolonial

TotoSiMandja.Com  - Public Lecture Islam Nusantara dalam Perspektif Poskolonial

Penyelenggara:
Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Waktu:
Jumat, 26 Agustus 2016

Tempat:
Aula Pascasarjana IAIN Syekh Nujati Cirebon

Pemateri:
KH. Ahmad Baso








Pernikahan dan Rumah Tangga

Pernikahan dan Rumah Tangga memang tidak sama, dan jangan dipaksakan untuk sama.

Pernikahan belum tentu berumah tangga, karena yang sudah menikah belum tentu punya rumah dan bertangga.

Rumah Tangga belum tentu juga Pernikahan, karena yang punya rumah bertangga juga belum tentu sudah menikah.

Jika pernikahan itu membangun rumah tangga, saya pun tak setuju, karena yang sudah menikah pun belum tentu membuat rumah, apalagi beserta tangganya hanya dengan tenaga 2 orang (suami-istri).

nah kalo pernikahan itu membina rumah tangga, saya baru setuju. Karena ada pembina dan anggotanya (eskul kali ah) haha.

Anggapan lain bahwa setelah menikah postur tubuh jadi gemuk itu tanda rumah tangganya bahagia, itu bulsyit.

Iya kalo gemuknya setelah menikah, lah kalo gemuknya sebelum kalian jadian? berarti yang bahagiain pasangan mu adalah mantannya dong. Lah terus, ngapain kalo dia sudah bahagia dengan mantan tapi nikahnya sama luh wkwk.

Jangan berlama-lama pacaran tanpa komitmen yang jelas cin, ema-ema pun gak mau diPHPin sama mamang angkot apalagi cewe semanis do'i. huhuy...

Jangan lupa Niat yang lurus, Tekad yang bulat, dan Nekad kalo semua tidak memungkinkan. Pintar-pintar menyiasati situasi supaya dapat nilai plus dari malaikat Rakib. hahaha

Tong sarius teuing maca na...

Seminar dan Konfercab ke-XV GP Ansor Subang

TotoSiMandja.Com - Seminar dan Konfercab ke-XV GP Ansor Subang

Seminar dan Konfercab ke-XV
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor
Kabupaten Subang

Tema:
"Ansor dan Peran Sertanya dalam Menumbuhkan Kekuatan Basis Ekonomi Lokal".
Hotel Markoni Pamanukan, 31 Agustus 2016










Rangkaian Kegiatan Orientasi dan Matrikulasi Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rangkaian Kegiatan Orientasi dan Matrikulasi Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun Akademik 2016/2017.

Orientasi
Kamis, 11 Agustus 2016
-Pembukaan (Dr. H. Adib, M.Ag)
-Visi Misi Program Pascasarjana (Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag)
-Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia / KKNI (Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag)
-Sterategi Belajar di Pascasarjana (Dr. H. Ahmad Asmuni, MA)

Matrikulasi
Jumat, 12 Agustus 2016
-Pengantar Tafsir Al-Quran (Dr. H. Slamet Firdaus, MA)
-Metodologi Studi Islam (Prof. Dr. H. Khozin Nasuha, MA)
-Pengenalan Perpustakaan Umum (Dr. Mahrus, M.Ag)

Sabtu, 13 Agustus 2016
-Metodologi Studi Islam (Dr. Ilman Nafia, M.Ag)
-Pemahaman Teks Bahasa Arab (KH. Husein Muhammad)
-Pengantar Hadits (Dr. H. Adib, M.Ag)

Minggu, 14 Agustus 2016
-Pengenalan Perpustakaan Pascasarjana (Eti Subarneti, S.Sos)

Jumat, 19 Agustus 2016
-Evaluasi Bahasa Arab (Dr. H. Ahmad Asmuni, MA)

Sabtu, 20 Agustus 2016
-Bahasa Inggris (Dr. H. Raharjo, M.Ed.st)

Minggu, 21 Agustus 2016
-Karya Tulis Ilmiah (Dr. H. Raharjo, M.Ed.st)

Jumat, 26 Agustus 2016
-Teknologi Informasi (Erfan Gazali)

-Seminar, Islam Nusantara dalam Perspektif Poskolonial (Ahmad Baso)

Sabtu, 27 Agustus 2016
-Evaluasi Kegiatan Matrikulasi (Dr. H. Ahmad Asmuni, MA)

Panduan Pengisian KRS dan Biodata Online IAIN Syekh Nurjati Cirebon

www.totosimandja.com - Panduan Pengisian KRS dan Biodata Online IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Wokey bapa dan ibu sekalian, mengingat era digital adalah era segala serba cepat dan mudah, maka sesuatu yang berbau lambat dan sulit, jangan diperihara. Buang aja jauh-jauh. Semua bisa mudah jika kita tak persulit itu diawal.
Berikut adalah Panduan Pengisian KRS dan Biodata Online Mahasiswa S-1, S-2 dan S-3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Perhatikan baik-baik ciiinnn, seruput dulu kopinyaaa...

1. Masuk ke Website Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Gambar 1: Halaman Utama Website IAIN Syekh Nurjati Cirebon















3. LOGIN dengan menggunakan NIM (sementara ini NIM untuk mahasiswa baru S-2 belum keluar, jadi harap tunggu, kemungkinan keluar hari Jumat, 26 Agustus 2016) dan Password (123). Jangan lupa pilih jenjang studi, S-1, S-2 atau S-3. OK Klik Login ciiinnn...
Gambar 2: Form Login SmartCampus


























4. Setelah masuk ke Akun milik Anda, maka akan disuguhi kopi, eh tampilan seperti ini.
Gambar 3: Tampilan Utama Akun SmartCampus










Didalam masing-masing Tab, ada beberapa pilihan, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 4: Opsi Tab Data Akademik
















Dalam Tab Data Akademik, Anda memiliki beberapa opsi, diantaranya: 
Jadwal Kuliah (ini akan otomatis terisi jika Anda sudah mengisi KRS Online), 
Kartu Rencana Studi (merupakan form pengisian Mata Kuliah yang akan diambil), 
Kartu Hasil Studi (ini pun akan muncul nilai jika Anda mengisi KRS Online, karena data yang dimasukan akan otomatis terintegrasi, jika Anda ingin  melihat Index Prestasi), 
Transkip Nilai (merupakan kumpulan nilai Mata Kuliah yang sudah diikuti), 
Cetak Kartu UAS/Isi IKD (mencetak kartu UAS sebelum ujian dimulai, sedangkan IKD adalah Index Kinerja Dosen, mahasiswa harus mengisinya karena setiap semester akan ada evaluasi penilaian untuk Dosen pengampu, dan staf Institut), 
View Kartu Bimbingan Skripsi (ya untuk Bimbingan Skripsi/Tesis dong).

5. Jika kita memilih Kartu Rencana Studi, maka akan muncul tampilan seperti ini:
Gambar 5: Tabel Mata Kuliah












Isi/pilih Mata Kuliah yang akan Anda ambil, kemudian simpan. selanjutnya sruput lagi kopinya... wkwk


Gambar 6: Tab Data Mahasiswa













Dalam Tab Data Mahasiswa, Anda memiliki beberapa opsi diantaranya: 
View Biodata (mengisi biodata baru atau mengubah data yang telah diisi sebelumnya), 
Data Keuangan (rincian pembayaran Anda selama perkuliahan), 
Set Dosen Wali (menyeting dosen pembimbing akademik, ketika nanti sudah keluar pengumumannya), 
Ubah Password (setelah Anda mendapatkan NIM dan Password bawaan, diharapkan mengubah Password, demi keamanan data-data peribadi Anda), 
Ubah No. HP (alangkah lebih baiknya jika No. HP yang Anda cantumkan selalu Standby, demi kepentingan perkuliahan).

6. Jika Anda memilih View Biodata, maka akan muncul tampilan seperti ini:
Gambar 7: Form Isian Biodata Pribadi



















Gambar 8: Form Isian Data Orang Tua












Gambar 9: Form Isian Khusus Alumni Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon


















Isi semua Form Isian Biodata Pribadi, Data Orang Tua dan lainnya dengan cermat dan sebenar-benarnya.
Gambar 10: Wajib Upload Foto Resmi







Selanjutnya Anda harus Upload Foto Resmi untuk kelengkapan Data.



Terakhir Tab Pendaftaran
Gambar 6: Tab Pendaftaran












Ini mah pasti ngertilah, wkwk pegel ngetiknya ciiiinnn...


Setelah semua data dipastikan diisi dan disimpan, jangan lupa untuk LOGOUT.

Oksip, sukses ciiiinnn...




















 

Copyright © 2009-2016. Toto Si Mandja - All Rights Reserved
Template Modify by Toto Si Mandja
Proudly powered by Blogger | Twitter: @TotoSiMandja | Facebook: Toto Si Mandja | BBM: 51D831B2